HeadlineWawaIndonesiaWawayWawayPemerintahWawayPengetahuanWawayPristiwa

WALIKOTA BANDARLAMPUNG BERKUNJUNG KE RUMAH KORBAN TERTABRAK KERETA API BABARANJANG

BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.ID – Walikota Bandarlampung Eva Dwiana meninjau rumah duka korban meninggal dunia akibat tertabrak kereta api di jalan Untung Suropati, LK II, RT/RW 00, Labuhan Ratu Raya, Kecamatan Labuhan Ratu, Selasa sore (19/7).

Dalam kesempatan ini, walikota Eva Dwiana mengucapkan rasa bela sungkawa atas meninggalnya SFR (12).

” Atas nama pribadi dan juga atas pemerintah kota Bandarlampung turut berbela sungkawa atas kepergian ananda Syafira, semoga segala sesuatunya dipermudah,” ucap Eva.

Lanjutnya, ia berharap kepada keluarga yang ditinggalkan khususnya orang tua SFR agar diberikan ketabahan atas musibah ini.

Baca Juga  Eva Resmikan Jelin Art dan Craft Gabovira

” Semoga kedua orang tuanya diberikan kekuatan lahir batin, karena anak adalah titipan. Allah memberikan jalan dan cara yang lain-lain,” kata dia

Eva juga menyampaikan, semoga atas kejadian ini Allah memberikan yang terbaik dan janji Allah kedepan mudah-mudahan diberikan yang terbaik untuk keluarga besar.

” Mohon doanya untuk masyarakat, semoga ini diberikan kekuatan. Semoga janji Allah yang terbaik untuk keluarga dan ananda Syafira,” ujarnya.

Turut hadir mendampingi walikota Eva Dwiana, Kepala sekolah SMPN 8 kota Bandarlampung, Perwakilan Dinas Pendidikan, Lurah Labuhan Ratu Raya, beserta Camat Labuhan Ratu.

Baca Juga  WALIKOTA BANDARLAMPUNG BUKA PELATIHAN DEA-DTS UNTUK UMKM KOTA

Diketahui, sebelumnya SFR berusia 12 tahun, tewas tertabrak Kereta Api Batubara Rangkaian Panjang (Babaranjang) di perlintasan sebidang palang pintu terjaga di Jalan Untung Surapati tepatnya di samping Stasiun Labuhan Ratu, Bandar Lampung, sekira pukul 12.50 Wib seusai pulang sekolah.

Salah satu teman korban bernama Zaidan mengatakan, kejadian bermula saat korban pulang sekolah yang pada saat itu, korban pamit pulang lebih awal ke teman-temannya.

Baca Juga  ALL BIKERS LAMPUNG GALANG DANA UNTUK KORBAN GEMPA CIANJUR

“Tadi bilang katanya mau pulang lebih awal, lalu korban lari-lari. Namun saat di tengah lintasan kereta, dia berjalan santai karena capek dengan kondisi setengah duduk,” ungkap Zaidan.

Namun tak lama kemudian, ada suara kereta hendak melintas. Namun korban sudah tidak bisa bergerak, hingga akhirnya tertabrak kereta api.

“Korban terpental beberapa meter. Korban memang sering lewat lintasan ini, karena rumahnya di dekat sana,” jelasnya.

Selanjutnya korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek. (KB/Din/AA)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *