HeadlineWawaIndonesiaWawayWawayKriminalWawayPengetahuanWawayPristiwa

Kabid Propam Polda Lampung Melaksanakan Mitigasi Dan Pencegahan.

BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.ID – Kabid Propam Polda Lampung, Kombes Pol. Mohamad Syarhan S.IK. M.H. melaksanakan mitigasi dan pencegahan dalam rangka meminimalisir pelanggaran disiplin maupun Kode Etik Polri dijajaran Polresta Bandar Lampung,Rabu (2-febuari-2022)

Adapun dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri oleh Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Ino Harianto S.IK yang Diwakili oleh Wakapolresta Bandar Lampung AKBP Ganda M.H Saragih S.IK beserta 150 Personil Polresta Bandar Lampung yang terdiri dari para PJU, para Kapolsek KA KSKP PJG Jajaran, Para Perwira dan Para Kanit Polsek Jajaran sekaligus Anggota yang ditunjuk dalam surat printah Kapolresta Bandar Lampung.

Kapolda Lampung, Irjen Pol. Hendro Sugiatno akan melalui Kabid Propam Polda Lampung, Kombes Pol. Mohamad Syarhan mengatakan, bagi seluruh personel agar tidak menyalahgunakan narkoba.

“Baik pengguna, pengedar, maupun bandar tidak ada tolerir bagi anggota yang melakukannya. Kita akan tindak tegas, bahkan ancaman pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH),” kata Mohamad Syarhan.

Baca Juga  ANTISIPASI KEBAKARAN, ANTHONI IRAWAN IMBAU HOTEL-HOTEL LAKUKAN KESIAPSIAGAAN DAN LENGKAPI SARANA

Kemudian, Syarhan menegaskan, bahwa senjata api (senpi) hanya boleh digunakan dalam kegiatan dinas. “Senpi tidak akan untuk melukai masyarakat, anggota, serta keluarga. Anggota tidak boleh menggunakan senpi rakitan,” tegasnya.

Selain itu, Syarhan juga menegaskan, bagi petugas Penyidik harus profesional. Dalam melakukan penyidikan harus disesuaikan dengan Perkap 06 Tahun 2019 tentang Penyidikan. “Tidak ada yang menerapkan Pasal yang tidak sesuai, merubah Pasal dengan ada imbalan kepada Penyidik dan Penyisihan barang bukti narkoba yang tidak sesuai dengan aturan, penggelapan barang bukti narkoba, bahkan jual barang bukti baik di Polresta maupun Polsek jajaran,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut Syarhan, iya juga menegaskan bagi personel tidak ada yang membuat perkara TP. “Personil tidak menakut-nakutin masyarakat serta jangan ada anggota yang terlibat dengan TP C3,” jelasnya.

“Saya juga ingin menyampaikan kepada personil Lalu lintas dilapangan, saya banyak mendapatkan pengaduan dari masyarakat tentang penindakan personil yang biasa disebut “cilukba” oleh masyarakat di 3 tempat, saya sudah mewanti wanti dan jangan sampai ada lagi laporan yang masuk kepada saya, saya akan langsung tindak tegas” pungkasnya.

Baca Juga  DIDUGA HENDAK TAWURAN, POLRESTA BANDARLAMPUNG BUBARKAN PULUHAN REMAJA

Kemudian Syarhan berpesan kepada seluruh personil Polresta Bandar Lampung khususnya Polwan agar tidak berpola hidup hedonis atau berlebihan dalam memakai perhiasan baik dalam melaksanakan tugas maupun di luar tugas.

Lebih lanjut, personel penjaga tahanan agar selalu melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan pengunjung besuk, makanan yg di bawa pengunjung besuk agar dicicipi, juga administrasi agar di data cek identitas, dilakukan geledah badan dan barang bawaan, barang di dalam ruang tahanan agar di periksa secara berkala, kontrol tahanan secara rutin, agar dalam memeriksa tahanan dengan body system, tidak yang membawa senpi dan sangkur pada saat cek ke dalam ruang tahanan, cek kondisi tahanan, surat penahanan dan masa waktu penahanan, dan pengisian papan daftar tahanan.

“Karena masih terjadi tahanan yang melarikan diri, bagi Personil yang bertugas agar meningkatkan pengecekan dan melakukan penjagaan tahanan sesuai dengan SOP yang ada. Tidak ada yang main-main dengan tahanan, tidak ada pelecehan terhadap tahanan wanita, tidak ada yang menjual narkoba dengan tahanan, lakukan pengecekan tahanan secara berkala baik di Polresta maupun Polsek,” ungkapnya.

Baca Juga  PONPES RIYADHUS SHOLIHIN DINYATAKAN LIMA ORANG REAKTIF, DUA DIANTARANYA USTADZ DAN ISTRINYA

Dalam hal ini, tambah Mohamad Syarhan, iya menyampaikan kepada anggota agar menggunakan seragam Polri dinas yang sesuai dengan ketentuan yaitu Peraturan Kapolri No. 12 Tahun 2021 sebagai pengganti dari Perkap No. 06 Tahun 2018 tentang seragam Polri serta lakukan sosialisasi kepada seluruh anggota.

“Tidak ada anggota yang menggunakan Kendaraan bodong, agar admintrasi dilengkapi untuk pinjam pakai barang bukti (BB), tidak ada menghilangkan BB,” lanjutnya.

Di akhir arahannya, Syarhan juga ingin menyampaikan, bagi seluruh anggota agar tetap bijak dalam bersosial media dan dalam penertiban pelanggaran Prokes laksanakan secara humanis, komunikatif,(Din/AA)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *