HeadlineWawaIndonesiaWawayWawayPengetahuanWawayPristiwa

PENERIMA MINYAK GORENG DAN BLT KECAMATAN KEDATON GEMPAR BERDESAKAN SERTA PINGSAN

BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.ID – Meski upaya pengendalian pandemi Covid-19 termasuk protokol kesehatan  (prokes) terus digencarkan oleh  Pemkot Kota Bandarlampung. Namun sangat disayangkan, ternyata Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng di Kecamatan Kedaton, ternyata masih banyak masyarakat yang abaikan anjuran pemerintah tidak mematuhi ketentuan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19. Jum’at (15/4)

Hal itu dibuktikan pada hari pertama  pembagian BLT minyak goreng yang berlangsung untuk  Kecamatan Kedaton, dimana sebanyak  2 kelurahan dan kurang lebih 1.202 keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima BLT, terlihat antrian dan terjadi kerumunan tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes)  dengan tidak menjaga jarak, demi mendapatkan BLT minyak goreng.

Baca Juga  POHON TUMBANG TIMPAH KABEL LISTRIK PLN

Dari pantauan di lapangan,

Meski warga yang mengantri telah mengenakan masker, tetapi tidak menjaga jarak dan warga saling mengobrol dan berdekatan satu sama lain.

Bahkan disitu pun beberapa warga membawa anak dan balita serta lansia. Padahal anak-anak dan lansia ini sangat rentan terpapar wabah penularan  covid-19 lantaran daya tahan tubuh mereka tak kuat.

Baca Juga  POLRESTA AMANKAN 9 TERSANGKA KASUS NARKOBA

Selain itu, di kantor pos Kedaton ini juga tidak nampak satgas covid 19 baik dari tingkat kecamatan ataupun kelurahan yang membantu mengamankan dan menertibkan jalanya pembagian BLT minyak goreng tersebut.

IS (32) yang merupakan warga Kelurahan Surabaya mengeluhkan kondisi kantor pos yang begitu ramai dan penuh. ” Ini ramai banget, sampai sesak. Makanya tadi sampe ada ibu-ibu yang pingsan,” ujar dia.

Baca Juga  DPD KNPI KABUPATEN/KOTA SE LAMPUNG GELAR KEGIATAN SOSIAL SEREMPAK DALAM RANGKA PERINGATI HARLAH KE 50

Sementara itu ND (40) warga kelurahan Kedaton menyayangkan tata cara pihak kantor pos yang tidak mendahulukan lansia. ” Ini kok gak kayak sebelumnya, kalau sebelumnya lansia didahulukan tapi sekarang lansia ikut mengantri.  Kan kasian mas, mana pada puasa, umpel-umpelan kayak gini,” keluh dia.  (Din/AA)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *