HeadlineWawaIndonesiaWawayWawayPemerintahWawayPengetahuanWawayPristiwa

PEMERINTAH KOTA MENINJAU PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA 100%

BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.ID – Walikota Bandarlampung Eva Dwiana meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 % dibeberapa sekolahan yang ada di kota Bandarlampung. Rabu (11/5).

Pada peninjauan tersebut, Walikota Bandarlampung Eva Dwiana meninjau 4 sekolahan yang ada di Bandar Lampung. Yakni, SDN 1 Tanjung Agung, SMPN 5 Bandarlampung, SMPN 33 Bandar Lampung, dan SMPN 2 Bandarlampung.

Eva Dwiana mengatakan mulai hari ini kota Bandarlampung melaksanakan pembelajaran tatak muka mulai tingkatan TK, SD, dan SMP.

” Yang Paud dan TK berjumlah 625 lebih baik swasta maupun negeri, untuk SD sekitar 235, dan juga SMP berjumlah 135 dan ini semua kita lakukan tatap muka bersama,” ujar dia.

Kemudian, Eva Dwiana. mengatakan bahwa, apabila pada Minggu pertama dilaksanakannya PTM berjalan dengan baik. Maka, Minggu berikutnya pun akan berjalan lebih baik lagi dan kegitan Ekstrakurikuler pun bisa dijalankan.

“Nah ini semua kita lakukan tatap muka bersama, kita lihat perkembangan Minggu ini. Kalau minggu ini baik maka Minggu depan baik maka insyaallah kita berjalan dengan baik. Dalam Dua Minggu ini Insyallah semua sekolah bisa melakukan Ekstrakurikuler kemanapun,” terang Eva Dwiana saat diwawancarai.

Baca Juga  WALIKOTA EVA DWIANA BAGIKAN INSENTIF KEPADA 9.300 KADER KESEHATAN

Eva Dwiana juga menghimbau kepada seluruh Kepala Sekolah dan Guru yang ada di Kota Bandarlampung untuk mengingatkan dan memberi contoh yang baik kepada murid-muridnya untuk memakai Masker dan menjaga Protokol Kesehatan.

“Tolong kita saling mengingatkan jangan malah kita yang jadi contoh tidak baik tidak pakai masker. Sekarang, yang kita takutkan ini adalah penyakit yang menyerang di usia 16 kebawah berarti anak SMP, SD, TK dan PAUD yakni penyakit Hepatitis. Maka, Kepala Sekolah dan guru semua harus mengingatkan anak-anak kita untuk pakai protokol kesehatan dan juga tolong himbau kepada anak-anak lebih baik bawa makanan dari rumah supaya kita bisa menekan semua penyakit yang ada di kota Bandar Lampung terutama iya itu tadi Hepatitis akut. Dan untuk omicron ini kalau di daerah-daerah lain kan masih ada, nah kalo kita masih zero Alhamdulillah mudah-mudahan kita tetap zero sampai nanti yang akan datang” jelas dia.

Baca Juga  PEMKOT BANDARLAMPUNG AKAN DISTRIBUSIKAN MINYAK GORENG SECARA DOOR TO DOOR

Selain itu, Eva juga mengatakan bahwa untuk semua anak-anak yang di kota Bandarlampung baik itu kelas 9 SMP dan kelas 6 SD akan di nyatakan lulus.

“Kita semua sudah menetapkan ya bahwa semua anak-anak yang ada di Kota Bandarlampung akan di nyatakan lulus. baik itu kelas 6 SD dan 9 SMP, dan untuk 1 SD sampai kelas 5 SD dan kelas 7 SMP dan 8 SMP akan naik semua. Tapi, kita juga harus mengingat kan bahwa mereka tetap harus belajar” kata dia.

Kemudian, salah satu murid SMPN 2 Bandarlampung, Aldinar Sabari mengaku senang dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dilakukan secara 100 persen.

“Senang sih bisa ketemu teman-teman dan belajar itu lebih gampang. Terus jugakan selama 2 tahun kita PTM masih 50 Persen dan sekarang sudah 100 Persen. ” kata Aldinar.

Baca Juga  PEMPROV LAMPUNG IKUTI PENANAMAN 1000 POHON BUAH SECARA SERENTAK

Sementara itu, Kepala sekolah SDN 1 Tanjung Agung, Mardhatilah mengatakan terkait PTM ini, sebelumnya pihak sekolah sudah memberikan pengumuman agar para murid hadir ke sekolah dan pihak sekolah langsung memberikan edukasi pelaksanaan PTM langsung ke orang tua melalui pesan WhatsApp sehingga orang tua bisa langsung membaca dan menyiapkan anak-anak untuk siap sekolah.

“Karena ini hari pertama pembelajaran PTM 100% dengan menyiapkan segala sesuatunya termasuk protokol kesehatan seperti masker, cuci tangan, dan juga jangan lupa membawa bekal jadi tidak jajan diluar,” beber dia.

Sementara untuk jam belajar, lanjut dia, pihak sekolah mengikuti aturan dari dinas pendidikan.
“Kalau aturan dari dinas itu 6 jam, jadi sudah normal dan sudah sekolah seperti biasa. Untuk anak-anak yang tertinggal pembelajaran, guru masing-masing memberikan remedial secara langsung. Kalau saat ini materi kan sudah habis, jadi tinggal mengulang-mengulang saja. Sebelum pulang anak-anak diberi tambahan belajar maksimal kurang dari satu jam,” pungkas dia. (KB/Din/AA)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *