ANGGOTA DPRD LAMPUNG YANUAR IRAWAN IMBAU MASYARAKAT WASPADA DAN CEGAH AKSI TERORISME

Spread the love

BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.ID – DPRD Lampung meminta agar masyarakat di Provinsi Lampung untuk meningkatkan kewaspadaan dalam pencegahan aksi teroris.

Ketua Komisi V DPRD Lampung Yanuar Irawan mengatakan, pihaknya mengapresiasi penangkapan terduga teroris di Provinsi Lampung, khusunya di Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Pringsewu oleh  Densus 88 Polri.

Namun demikian, Ketua Komisi V DPRD Lampung menilai, perlu menjadi catatan kemungkinan masih banyak yang belum ditangani.

“Maka diimbau masyarakat untuk ikut mengantisipasi teroris,” lanjut Yanuar Irawan, Kamis (13/4/2023).

Baca Juga  JELANG TAHUN BARU, HARGA IKAN DI PASAR GUDANG LELANG MEROKET

Adapun langkah yang diminta kepada masyarakat adalah ikut membantu dalam hal pengawasan terhadap aktivitas masyarakat terdekat dengan tempat tinggal.

Terlebih, kata Yanuar Irawan, kepada masyarakat yang berdomisili sebagai pendatang.

“Kalau ada warga yang bukan warga asli tapi sudah menetap cukup lama, harus dipastikan asal dari mana aktivitasnya apa,” 

“Itu agar bisa menghindari kejadian terorisme,” terus Yanuar Irawan.

Baca Juga  KASUS HIV JADI SOROTAN, DPRD LAMPUNG DORONG EDUKASI DAN PENCEGAHAN TANPA STIGMA

Yanuar juga meminta agar penegak hukum untuk serius dalam penanganan dan pencegahan tindak terorisme.

Karena adanya penyergapan terduga terorisme yang dilakukan membuktikan ancaman terorisme adalah nyata.

“Juga mengimbau kepada penegak hukum supaya serius menangani persoalan terorisme ini,” sebut Yanuar Irawan.

Untuk informasi, Densus 88 Antiteror Polri melakukan penyergapan dan penangkap an enam terduga teroris di Kabupaten Mesuji dan Pringsewu Lampung.

Baca Juga  MODUS LOWONGAN KERJA DI FACEBOOK, DUA WARGA PENGAJARAN DITANGKAP USAI LARIKAN SEPEDA MOTOR KORBAN

Terdapat enam terduga teroris yang diamankan.

Dari enam yang ditargetkan, terdapat dua terduga yang meninggal dunia dan empat diamankan Densus 88 secara ketat.

Adapun keenam teroris yang tertangkap yakni berinisial NG, ZK, PS, JA, AM dan KI.

Sementara yang meninggal dunia ialah NG dan ZK akibat baku tembak dengan petugas. (TSF/AA)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *