HeadlineWawaIndonesiaWawayWawayKriminalWawayPristiwa

SEMPAT DPO AKHIRNYA PELAKU PENGANIAYAAN REMAJA TERCIDUK KETIKA BERMAIN ORGEN TUNGGAL

BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.ID – Tim Khusus Anti Bandit ( Tekab ) 308 Polresta Bandar Lampung, kembali meringkus satu orang pelaku komplotan geng motor yang melakukan aksi penganiayaan terhadap remaja di bawah umur, hingga jari tangannya terputus pada akhir Bulan Desember 2022 lalu. Senin (13/2).

Tersangka yang ditangkap bernama M. Rizki ilhami berusia 22 tahun, warga Sukarame Bandar Lampung.

Saat ditangkap dia sedang asik bermain orgen tunggal di pesta hajatan, di Teluk Betung Selatan Bandar Lampung, pada hari Minggu, 12 Februari 2023.

Pelaku yang diamankan merupakan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama dua bulan, usai menganiaya korbannya AF berusia 16 tahun, hingga mengalami luka cukup serius di bagian kepala, serta dua jari tangannya terputus.

Dalam hal ini, Kasat Reskrim Polresta Bandar lampung, Kompol Denis Arya Pura mengatakan, pelaku yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka merupakan kelompok geng motor Gajah Mada 25 (GM 25), yang terlibat aksi tawuran dengan kelompok geng motor lainnya, di Jalan Raden Intan, Enggal Bandar Lampung akhir tahun 2022 lalu, pada waktu dini hari.

Saat itu korban dianiaya kelompok geng motor tersebut, dengan menggunakan senjata tajam dan benda berbahaya lainnya yang sudah dimodifikasi oleh para tersangka.

“Tersangka berperan menganiaya korban dengan menggunakan gear sepeda motor yang sudah dimodifikasi, hingga bagian kepala dan badan korban terluka cukup parah,” ungkap Denis, Senin (13/2).

Menurut Denis, selain menganiaya dengan senjata tajam dan benda berbahaya lainnya, korban juga di bawa dan di buang oleh para tersangka ke kawasan Sumur Putri Bandar Lampung. Korban kemudian berhasil ditemukan warga dan polisi yang melintas di lokasi kejadian, pada pagi harinya.

“Setelah dibawa ke rumah sakit, kami lakukan penyelidikan dan mencari tahu siapa pelaku dari aksi penganiayaan itu. Dua orang tersangka berinisial Rs dan Ds dari kelompok geng motor itu kita tangkap lebih dulu,” jelas Dennis.

Dari keterangan dua tersangka itu, polisi kemudian melakukan pengembangan terhadap tersangka lainnya yang turut terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut. Namun saat dilakukan penggerebekan, para tersangka sudah lebih dulu melarikan diri ke luar kota.

“Dia (Tersangka ) ini melarikan diri dan berpindah pindah lokasi persembunyiannya di wilayah Cilegon Banten. Setelah itu kami mendapat kabar tersangka pulang ke Bandar Lampung, dan berhasil kami amankan,” tuturnya.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap tersangka, barang bukti gear sepeda motor yang digunakan untuk menganiaya korban sudah dibuang oleh tersangka di sebuah wisata laut, di kabupaten pesawaran, sehari paska kejadian.

“Sementara ini kami masih mengejar tiga orang tersangka lainnya yang juga terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap korban. Kami himbau kepada Kelompok Geng Motor lainnya untuk tidak beraksi lagi di Kota Bandar Lampung,” tegas Denis.

Kini, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka M. Rizki ilhami harus mendekam di ruang tahanan kepolisian.

Akibat perbuatan yang dilakukan, Tersangka disangkakan dengan pasal 80 ayat 2 sub 80 ayat 1 Undang undang RI nomor 17 tahun 2016, Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

“Dengan ancaman hukuman pidana selama 10 tahun kurungan penjara,” pungkas Dennis. (Din/AA)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *