HeadlineWawaIndonesiaWawayWawayPengetahuanWawayPristiwaWawayWisataBudaya

PEMBUDIDAYAAN KERANG HIJAU

BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.ID – Pulau pasaran yang berlokasi di Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandarlampung, memang terkenal akan industri hasil laut, seperti halnya ikan teri yang sudah menjangkau pasar nasional. Sebagai daerah kepulauan, potensi laut yang ada perlu dimaksimalkan sekreatif mungkin. Salah satunya Kerang Hijau atau yang memiliki nama latin Perna Viridis ini juga banyak dibudidayakan di pulau pasaran. Sabtu (19/3).

Imron, salah satu nelayan yang membudidayakan Kerang Hijau dengan sistem Keramba menjelaskan, bahwa dirinya dan nelayan lainnya sudah sekitar 8 tahun lebih membudidayakan kerang hijau. Untuk panennya semua tergantung pada cuaca.

Baca Juga  LAHAN SELUAS 5.000 M² DI KEDATON HABIS TERBAKAR

“Untuk pengelolaan keramba ini dimulai sejak tahun 2015, jadi ya sudah 8 tahun kurang lebih. Nah, bagi yang sudah tau seperti saya, enggak susah, gampang. Kalo masalah musim-musimnya suka enggak jadi, nah sekarang ini lagi musim enggak jadi,” Jelas Imron.

Imron mengatakan butuh waktu 7 bulan untuk memanen kerang hijau itu sendiri. Dan hasil per satu kerambanya jika cuaca bagus itu bisa mencapai 1 ton, tetapi jika musimnya kurang bagus, hanya mendapatkan 100 kilogram.

“Kalo dari mulai menanam tali ini, 7 bulan sudah bisa panen. Untuk satu kerambanya kalo lagi musim bagus, bisa mencapai 4-7 kuintal, bahkan 1 ton. Tapi kalo lagi musim enggak bagus kaya gini cuma dapat 1 kuintal,” Kata dia.

Baca Juga  PEMPROV LAMPUNG IKUTI RAKOR PENGENDALIAN INFLASI DAERAH SECARA VIRTUAL

Lebih lanjut untuk penjualannya sendiri mencapai Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogramnya. Imron menjelaskan sebelum adanya pandemik per kilogramnya bisa mencapai Rp15 ribu.

“Yah kalo sekarang ini, di pasaran sekitar Rp10 ribu sampai Rp12 ribu, tapi kalo sebelum corona ini bisa mencapai Rp15 ribu per kilonya, nah itu ya tergantung juga, kalo banyak peminatnya yah luamyan,” Ujar dia.

Kerang hijau yang siap dipanen, yakni yang sudah berukuran selebar dua jari. Setelah dipanen dengan cara dilepaskan dari media tali, kerang-kerang tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran yang melekat, barulah siap dijual di pasaran.

Baca Juga  Harga Telur Ayam Boiler atau Ras Kembali Normal

Diketahui, budidaya kerang hijau yang ada di pulau pasaran juga dilirik sebagai potensi wisata dalam mempersiapkan desa wisata untuk mengikuti anugerah desa wisata (adwi) 2022, pengunjung nantinya dapat melihat secara langsung area budidaya kerang hijau dan mendapat edukasi dari nelayan secara langsung. Untuk menuju ke keramba, pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp10 ribu hingga Rp15 ribu saja per orang, dengan menggunakan perahu. (TSF/AA)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *