BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.ID – Walikota Bandarlampung Eva Dwiana bersama Badan pengawas obat dan makanan (BPOM) Lampung melakukan kegiatan monitoring terkait pengawasan makanan di bazar takjil Jalan Sriwijaya kelurahan enggal. Selasa (4/4).
Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan dalam hasil peninjuan bersama BPOM, makanan yang dijajakan bazar takjil tidak mengandung zat berbahaya atau pengawet makanan.
“Alhamdulillah, hasilnya dari 172 UMKM yang menjual makanan disini semuanya negatif, dan makanan yang sudah di cek BPOM aman untuk di konsumsi masyarakat,”katanya.
Bunda Eva berharap bagi masyarakat yang ada di kota Bandarlampung terutama pengiat usaha untuk menggunakan bahan-bahan yang baik sehingga tidak membahayakan masyarakat.
” Semuanya harus menggunakan bahan-bahan yang baik, baik kan belum tentu mahal. Karena kalau jualan tidak harus memperhatikan lakunya saja, tapi kualitas, rasa, aman dan bahayanya harus diperhatikan juga,” harapnya.
Dalam kesempatan ini, bunda Eva menyampaikan kedepannya Pemkot akan memfasilitasi para pedagang takjil untuk berjualan di lingkungan pemkot.
” Kita lakukan pembinaan terhadap pedagang UMKM Bandarlampung, cuma tempatnya kalau di jalan Sriwijaya ini ada pembangunan mereka tidak bisa berjualan disini, mungkin nanti bisa berjualan di depan Pemkot dan sepanjang jalan pemkot dan Diponegoro nanti kita akan fasilitasi dan tidak bayar,” bebernya.
Dari pantauan di lapangan, walikota Eva Dwiana memborong makanan yang dijajakan di bazar takjil Enggal.
Sulis, pedagang dibazar takjil Enggal merasa senang dengan kunjungan yang dilakukan walikota Eva Dwiana terhadap para pedagang takjil.
“Gak ada rasa khawatir, karena kita memang tidak menggunakan zat berbahaya. Senang, bisa ketemu walikota langsung, dan tadi Alhamdulillah dagangan saya diborong, jadi cepat pulang dan berkah tersendiri,” ucapnya. (Din/AA)
![]()
