BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.ID – Pemerintah kota Bandarlampung melakukan penataan, penertiban dan relokasi serta pembongkaran tempat berdagang pasar di Pasir Gintung, Selasa pagi (12/9).
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh wakil walikota Bandarlampung Dedi Amrullah. Dalam kesempatan ini, ia meminta kepada petugas untuk membantu memindahkan para pedagang dengan proses yang arif dan bijaksana.
“Pelaksanaan relokasi dan pembongkaran tempat berdagang ini harus berjalan karena kegiatan pembangunan ini sudah terjadwal dan sudah siap di lakukan dimana dana pembangunan pasar Pasir Gintung ini berasal dari pemerintah pusat,” katanya.
Menurut Dedi, relokasi dan pembangunan tempat berdagang ini merupakan tindak lanjut dari kedatangan presiden RI Joko Widodo .
“dan ini juga sesuai dengan program pemerintah kota Bandarlampung yang dibantu oleh pemerintah pusat,”paparnya.
Terpisah, Asisten I, Sukarma Wijaya mengatakan pada pagi hari ini tim penertiban dari pemerintah kota Bandarlampung bergabubg dari personil Dalmas dari polres Bandarlampung dan di backup Kodim 0410 dan personil Satpol PP, Damkar dan dinas perhubungan.
“Mereka tergabung dalam satu tim untuk Melaka penertiban di Pasar Pasir Gintung. Relokasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap apa yang sudah di canangkan oleh bapak presiden ,” ujarnya.
Lanjutnya berdasarkan hasil rapat pasar Pasir Gintung akan dibuatkan konsep pasar semi modern dimana harus di dukung dengan akses lingkungan menuju pasar.
“Sehingga ruas jalan Pisang, jalan Imam Bonjol, jalan Durian harus bersih dari pedagang kaki lima sementara relokasi mereka sudah disiapkan tempat oleh dinas perdagangan dan sudah difasilitasi, Alhamdulillah mereka sudah pindah dan memang hanya menyisakan puing-puing sisa berdagang mereka tetap, dan nantinya ini akan kita bersihkan,” paparnya.
Menurutnya, dalam pengawasan nanti di lokasi tersebut akan dibuatkan pos pantau untuk memastikan tidak ada para pedagang yang masuk kembali di jalan Imam Bonjol, jalan Pisang dan jalan Durian.
“Nanti ada pengawasan gabungan dari satpol PP bersama dinas perhubungan dan pos pantau itu efektif kurang lebih satu bulan,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, dia menerangkan bahwa dalam relokasi pedagang ini tidak ada penolakan dari pedagang yang ada disini.
” Alhamdulillah, tidak ada pedagang yang membandel, karena sudah kita lakukan sesuai dengan SOP, ada surat teguran 1,2 dan 3 serta seminggu terakhir kita lakukan pemberitahuan,” katanya.
” Untuk pembangunan awal Oktober sudah berjalan dan ditargetkan di akhir bulan Desember 2023 sudah diresmikan oleh presiden,” Imbuhnya.
Sementara itu, kadis Perdagangan, Wilson mengatakan bahwasanya tim pendataan sudah selesai melakukan verifikasi pendataan, dimana data awal pendataan kurang dari 300 pedagang, namun saat dilakukan pendataan ulang itu naik menjadi 430 pedagang.
” Kapasitas tempat itu kan hanya 300, jadi dari 430 kita sudah dapatkan 300, sementara yang 130 itu sudah kita delete dan dimasukkan ke pasar Smep. Dan kita utamakan pedagang yang memiliki lapak minimal berniaganya tiga tahun terakhir,” pungkasnya.
Ia menyampaikan, bahwa pihaknya dan tim sudah bekerja untuk melakukan verifikasi. ” Dan insyaallah yang mempunyai hak itu kita berikan. Dan kita tidak akan bebankan untuk sewa, tapi untuk masalah keamanan, kebersihan itu tetap harus berjalan. Setelah selesai di renovasi maka akan kita kembalikan, tapi kita sesuaikan dengan kapasitas,” paparnya.
Dari pantauan Lampung Segalow di lapangan, para pedagang yang berada di pasar Pasir Gintung sudah melakukan pembongkaran secara mandiri dan pindah kepasar Smep sejak Senin malam (11/9). (Din/N).
![]()
