BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung memetakan titik-titik daerah rawan banjir dan tanah longsor di Kota Tapis Berseri.
Selasa (27/9).
Sebanyak 13 titik yang dipetakan menjadi daerah rawan bencana di Kota Bandarlampung. Di mana, delapan titik masuk daerah rawan bencana banjir dan lima titik rawan bencana.
Plt. Kepala BPBD Kota Bandarlampung, Anthoni Irawan meminta masyarakat untuk waspada terhadap cuaca yang tidak dapat diduga saat ini.
Sebab, kata Anthoni, Senin 19 September 2022 lalu, sejumlah rumah warga rusak akibat hujan dan angin lebat di wilayah Kecamatan Kemiling. Ada juga rumah tersapu ombak di Kelurahan Kangkung.
Selama September 2022 menurut Anthoni, BPBD Kota Bandarlampung mencatat ada dua kali banjir, dua kali tanah longsor, dan sembilan kali pohon tumbang.
BPBD Bandarlampung, lanjut Anthoni, telah memetakan 13 daerah rawan bencana di Bandarlampung. Di mana, ada delapan titik daerah rawan banjir dan lima titik rawan longsor.
Berikut ini 8 titik rawan bencana banjir di Bandarlampung:
- Kecamatan Rajabasa (Kelurahan Nunyai dan Rajabasa Jaya),
- Kecamatan Telukbetung Selatan (Gedung Pakuon),
- Kecamatan Kedamaian,
- Kecamatan Sukarame (Way Dadi Baru),
- Kecamatan Sukabumi (Campang Raya),
- Panjang (Way Lunik),
- Telukbetung Timur (Sukamaju),
- Bumi Waras (Garuntang).
Kemudian, 5 titik lokasi rawan bencana tanah longsor di Bandarlampung:
- Kecamatan Panjang (Panjang Selatan, Pidada),
- Kecamatan Kedaton (Sukamenanti Surabaya),
- Kecamatan Tanjungkarang Pusat (Pasir Gintung),
- Kecamatan Langkapura,
- Kecamatan Teluk Betung Barat (Bakung).
Anthoni menjelaskan, pihaknya selalu mensiagakan tim untuk melakukan penanganan bencana.
Di mana, BPBD telah membentuk tim di setiap kecamatan untuk bisa bergerak cepat jika terjadi bencana.
“Personel kami siap menerima laporan dan melakukan penanganan. Kita sudah bentuk pos-pos penyelamatan hampir di semua kecamatan,” ujar Anthoni saat ditemui di lingkungan kantor pemkot setempat,
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari wilayah rawan bencana, terlebih ketika sedang hujan.
“Kesadaran masyarakat juga dibutuhkan untuk bisa melakukan mitigasi bencana. Luapan air juga kerap terjadi di sejumlah titik, terlebih di jalan protokol,” kata dia.
“Untuk masyarakat, kami minta menjaga kebersihan lingkungan agar tidak terjadi banjir saat debit air meningkat,” pungkasnya. (Din/AA)
![]()
