HeadlineWawayKriminal

POLDA LAMPUNG TANGKAP PELAKU PENGEROYOKAN PELAJAR

BANDAR LAMPUNG, BUMIWAWAY.ID – Polda Lampung gerak cepat tangkap dua pelaku tindak pidana kekerasan, yang mengakibatkan korban atas nama Raihan Pahlevi Darma (16), luka-luka dan meninggal dunia di jalan Ki Maja, Kelurahan Perumnas Way Halim Bandar Lampung. Selasa (7/11).

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Umi Fadilah Astutik menjelaskan, peristiwa terjadinya tindak pidana kekerasan terhadap Raihan Pahlevi Darma, berawal dari rencana antara Kubu Korban dan Kubu Pelaku untuk melakukan balapan liar yang difasilitasi oleh Adam melalui akun Medsos Instagram.

“Setelah terjadi kesepakatan untuk bertanding kedua kubu (korban dan pelaku) bertemu di lokasi balapan liar, di Jalan Sultan Agung depan Transmart Sekira pukul 00.00 WIB dan direncanakan balapan sebanyak 2 Race dengan jarak 201 meter dan mulai balapan sekira pukul 01.00 WIB,” ungkapnya.

Lanjutnya, setelah Race pertama diselesaikan kubu pelaku dinyatakan menang. Dan disaat bersamaan tiba Tim Patroli Polsek Sukarame. Melihat Polisi tiba kedua kubu langsung membubarkan diri dan bersembunyi di seputaran GOR PKOR. Setelah 15 menit kemudian kedua kubu melalui medsos Instagram sepakat bertanding lagi untuk Race kedua.

Baca Juga  PEMKAB LAMPUNG SELATAN SERAHKAN LKPD TAHUN ANGGARAN 2022

“Race kedua dimulai sekira jam 02.00 WIB dan dimenangkan kembali oleh kubu pelaku dengan joki balap bernama Kiying (M Krisna Aprilyansa). Tidak terima timnya mengalami kekalahan kubu korban menuduh tim balap pelaku telah memodifikasi mesin motor, dimana perjanjian sebelumnya motor yg digunakan adalah spek standard. Salah satu dari kubu korban mengeluarkan senjata tajam berupa celurit, melihat ada yang mengeluarkan senjata tajam kubu pelaku berlarian meninggalkan lokasi balapan menuju jalan Ki Maja Way Halim,” paparnya.

Dia menyampaikan, korban dan beberapa rekannya berinisiatif mencari tim lawan, dan menemukan kubu pelaku berkumpul di seputaran Chandra Supermarket Jl. Ki Maja. Merasa kalah jumlah, korban mengajak teman-temannya untuk menyerbu kembali namun pihak kubu pelaku telah mempersiapkan diri dengan pipa besi yg biasa digunakan untuk mendirikan tenda angkringan.

Baca Juga  POLDA LAMPUNG GELAR GLADI SIMULASI SISPAMKOTA

Melihat kubu korban dan rombongannya datang, kubu pelaku melemparkan pipa besi ketengah jalan sehingga korban oleng dan terjatuh dari motor. Melihat korban terjatuh kubu pelaku langsung menyerbu dan menganiaya korban, setelah korban tak sadarkan diri para pelaku meninggalkan TKP.

Tidak lama kemudian datang petugas polisi dan membawa korban Raihan ke Rumah Sakit Imanuel untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, berselang 5 jam korban dinyatakan meninggal dunia.

“Ketika petugas polisi datang, langsung membawa korban Raihan ke Rumah Sakit Imanuel, namun nyawanya tidak tertolong,” jelas Umi.

Dengan adanya peristiwa tindak pidana kekerasan terhadap anak tersebut, Tim Tekab 308 Presisi Polda Lampung, Polresta Bandar Lampung dan Polsek Sukarame merespon cepat dengan melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Saat ini sudah diperiksa 5 (lima) orang saksi untuk dimintai keterangan dan mengamankan barang bukti berupa 4 batang besi ukuran 1,5 meter, 1 batang bambu, pecahan tameng sepeda motor vario warna merah hitam, 1 unit R2 Honda vario warna merah tanpa plat.

Baca Juga  POLRESTA BANDARLAMPUNG SABET 3 PENGHARGAAN TINGKAT MABES POLRI DAN POLDA LAMPUNG

Umi, menyampaikan hasil olah tempat kejadian perkara dan hasil penyelidikan oleh tim tekab 308 presisi polda Lampung, Polresta Bandar Lampung dan Polsek Sukarame melakukan upaya paksa penangkapan 2 (dua) orang diduga pelaku tindak pidana kekerasan terhadap anak yaitu JDA(16) dan RA (16).

Pasal yang dipersangkakan terhadap terduga pelaku yaitu Pasal 80 (3) Jo Pasal 76 C UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 170 ayat 1 dan 2 ke (1) dengan kurungan penjara selama 15 tahun dan 7 tahun.

“Saya menghimbau agar orang tua lebih dapat mengawasi kegiatan putra putrinya, terutama apabila bepergian dimalam hari. Hindari keluar malam yang tidak penting, manfaatkan waktu malam dengan istirahat dan berkumpul bersama keluarga,” tutup Umi. (Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *