HeadlineWawaIndonesiaWawayWawayPemerintahWawayPristiwa

Pemkot Bandarlampung Tinjau Pasar Murah PTPN

BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung bersama Kementeri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia (RI) tinjau Pasar Murah yang diselenggarakan oleh PT Perkebunan Nasional (PTPN) di stadion PKOR Wayhalim. Senin (31/01).

Dalam hal ini, Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana mengungkapkan rasa terimakasih kepada Kementrian BUMN dan PTPN yang sudah berkolaborasi membentuk operasi pasar minyak goreng dan gula pasir ini.

“Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik untuk masyarakat Bandarlampung, dan Kami akan melakukan Pasar Murah kembali bersama BUMN. Ini merupakan Kolaborasi antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat,” ujar dia.

Baca Juga  Warga Bandarlampung Antusias Serbu Pasar Murah

Sementara, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, bahwa pasar murah ini merupakan bagian tugas negara yang harus dijalankan, tidak lain untuk mengetuk pintu hati perusahaan swasta yang harus menjadi perannya.

“Kita minta Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, BUMN, dan Swasta untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan ini dan tidak bisa masing-masing melepas tangan. Karena, dalam kondisi seperti ini kita tidak boleh punya ego-ego sektoral. Selain itu, kami juga memastikan dari PTPN mulai Febuari mulai membeli hasil panen dari pada petani, kita lakukan percepatan dan tentu ini kita menjadi bagian tanggungjawab kita bersama. Hal ini bukan karena apa-apa, ini karena sitausi yang membutuhkan,” ucap dia.

Baca Juga  Speed Scooter Lampung Untuk Semeru

Ditempat yang sama, Direktur Utama (Dirut) PTPN 7, Riyanto Wisnuhardhy menjelaskan, bahwa pihaknya menyalurkan kurang lebih 10 Ton Minyak Goreng dan 10 Ton Gula Pasir dengan merk Nusakita.

“Jadi, totalnya itu 20 Ton, 10 Ton minyak dan 10 Ton gula pasir merek Nusakita yang diproduksi langsung oleh Lampung. Untuk harga yang dijual sesuai dengan anjuran Pemerintah yakni minyak goreng Rp.14.000 per liter, dan gula Rp.11.000 per kilogram,” ungkap dia.

Baca Juga  PPDB TINGKAT SMA/SMK DI KOTA BANDARLAMPUNG TELAH DIMULAI

“Kenapa gula itu harganya Rp.11.000, dikarenakan pabriknya di Lampung, jadi tentunya transportesennya rendah,” sambung Riyanto. (KB/TSF/AA)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *