PEMBANGUNAN MENARA MASJID AL FURQOON TERHENTI KARNA KURANGNYA SDM DAN DANA
BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.ID – Menara Al- Furqon yang diperuntukkan sebagai wisata religi masyarakat kota Bandarlampung yang di resmikan pada 18 Juni 2021 lalu sampai saat ini belum beroperasi dan masih terkunci untuk umum. Kamis (7/5).
Akibatnya, masyarakat belum bisa menikmati keindahan kota Bandarlampung melalui menara setinggi 114 meter tersebut.
Setelah di konfirmasi ke pihak masjid Al Furqon, Sekretaris Masjid Al Furqon, Hery Darso mengatakan ada beberapa kendala yang menjadi penyebab menara masjid tersebut belum beroperasi hingga saat ini.
” Kita sudah mendapatkan hibah menara Al Furqon, tapi untuk di buka atau tidak itu kan tergantung kondisinya. Kita ini kan pengurus, kalau emang itu mau dibuka secara umum tidak semudah itu, kami harus mempersiapkan sarana dan prasarananya,” kata dia.
Saat di singgung kapan waktu tepat akan dibukanya menara Al Furqon yang terletak di jalan Diponegoro itu, Hery menyampaikan bahwa pihaknya tidak tahu secara pasti. ” Itu saya gak bisa ngomong berapa lamanya, karena untuk menyiapkan sarana dan prasarana itu semua kita membutuhkan uang. Seperti Sumber Daya Manusia (SDM), Tenaga kerja operator lift, tenaga kebersihan, dan biaya pemeliharaan itu harus ada,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pihak pengurus Masjid Al Furqon memiliki wewenang untuk mengelola menara Al Furqon sejak mendapatkan hibah dari pemerintah kota. ” Tentang nanti masjid Al Furqon mau bekerjasama dengan pemkot kita akan sampaikan ketika pihaknya menemui kesulitan. Dan memang ini hibah yang luar biasa cuma pengelolaan harus ada persiapan,” terangnya.
Menurut dia, semua biaya pengelolaan berasal dari pihak masjid Al Furqon atau mandiri. “Dulu pernah kita coba kirim surat membahas ini, dimana kita minta bantuan Pemkot, namun karena kami merasa tahu diri, mungkin banyak keperluan yang lebih penting dari pengelolaan ini sehingga kami tidak ingin merepotkan Pemkot,” pungkasnya.
Ia menambahkan, untuk kedepannya pihak Al Furqon akan terus mengupayakan hal ini. ” Kita sebagai pihak pengelola masjid Al Furqon selalu berfikir positif. Kita juga akan terus mengupayakan supaya ini nantinya bisa beroperasi sesuai apa yang kita harapkan,” imbuhnya.
Diketahui, pembangunan menara masjid Al Furqon dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama tahun 2017.dengan biaya Rp3 miliar. Tahap dua tahun 2018, dengan biaya Rp7 miliar.Tahap ketiga 2019 dengan dana dari APBD murni Rp6 miliar dan APBD Perubahan sebesar Rp4 miliar. Dengan total 20 miliar (Din/AA)
Thank you for your shening. I am worried that I lack creative ideas. It is your enticle that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me? https://accounts.binance.com/en/register?ref=P9L9FQKY