HeadlineWawaIndonesiaWawayWawayPengetahuanWawayPristiwa

KEPSEK SMAN 5 BANDARLAMPUNG NILAI PJJ KURANG EFEKTIF

BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.IDPembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bandarlampung ditunda. Hal ini upaya Pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 ditengah sekolah agar tidak menjadi klaster baru.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 5 Bandarlampung, Hayati Nufus mengungkapkan, bahwa dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dinilai kurang efektif untuk perkembangan anak dalam menerima pendidikan karakter.

“Dengan belajar PJJ, interaksi pendidikan karakter tidak di dapatkan oleh anak-anak, bagaimana beretika kepada guru dan orang yang lebih tua, mengaji di sekolah, hingga menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pelajaran dimulai,” ungkap dia kepada Lampung Segalow di ruang kerja di SMAN 5, Way Halim.

Baca Juga  PERINGATI HARI ANAK NASIONAL, EVA DWIANA HARAP ORANG TUA BERIKAN SUPPORT DAN KASIH SAYANG BAGI ANAK

Selain itu, Hayati juga mengaku bahwa SMAN 5 Bandarlampung sudah sangat siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen.

“Standar Protokol Kesehatan (Prokes) sudah mumpuni, dengan tersedianya tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh ketika masuk lingkungan sekolah dan seluruh murid, guru dan tenaga pendidikan telah menerima vaksin dosis lengkap,” beber dia.

Baca Juga  BPPRD KOTA BANDARLAMPUNG LAKUKAN PENGAWASAN TAPPING BOX

Terlebih, lanjut dia, Vaksinasi sudah hampir 97 persen, dimana di sekolah ini ada 1057 pelajar, semua mendapatkan vaksin dosis kedua dan menunggu vaksin booster.

“Ketika di tutup kembali PTM di ganti PJJ ini sangat di sayangkan, harusnya ketika ada klaster di satu sekolah dalam satu kelas itu saja yang di isolasi dahulu, tidak semua di sama ratakan setiap sekolah, tapi ya karena ini sudah peraturan, terpaksa diikuti,” ujar dia.

Baca Juga  GELAR PAWAI BUDAYA EVA MINTA GENERASI MUDA JUNJUNG TINGGI NILAI ADAT ISTIADAT

Senada, Waka Akademik SMPN 29 Bandarlampung, Ida Sania memaparkan, banyak kelemahan dalam PJJ, terutama antara guru dan murid minim interaksi. Selain itu, sedikitnya murid yang ikut saat daring dengan alasan kuota internet dan sinyal.

“Memang tidak ada komplain dari orang tua murid karena alasan mereka demi kesehatan anak, namun juga harus diberikan pengawasan agar murid tetap ikut belajar secara daring,”

Diketahui, PTM bagi SMA dan SMP kembali di tunda sejak lingkungan sekolah menjadi Klaster penyebaran Covid-19. (TSF/AA)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *