HeadlineWawaIndonesiaWawayWawayPemerintah

EVA DWIANA SAMPAIKAN ANGKA STUNTING DI KOTA BANDARLAMPUNG ALAMI PENURUNAN

BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.ID – Walikota Eva Dwiana membuka rembuk stunting tingkat kota Bandarlampung oleh pemerintah kota Bandarlampung di Aula Gedung Semergou, Jum’at (16/6).

Dalam kesempatan ini, Walikota Bandarlampung Eva Dwiana menyampaikan bahwa angka stunting di kota Bandarlampung sudah turun dari target yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat.

“Kita sudah turun jauh, kita sudah mencapai 11 % dari target pemerintah yaitu 14 %, dan harapan kita kedepan nilai stunting di kota Bandarlampung menjadi “zero”,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, bunda Eva sapaan akrabnya mengatakan selain membuka rembuk stunting, dirinya juga melantik Remaja dan Organisasi Masyarakat Peduli Stunting (Roming).

” Ini sudah kita lantik, roming ini untuk mensosialisasikan supaya tidak ada pernikahan dini di kota Bandarlampung dan juga mensosialisasikan supaya warga masyarakat yang sudah menikah untuk membawa anaknya ke puskesmas, rumah sakit untuk melakukan posyandu serta memberikan asupan gizi bagi balita yang mencukupi,” paparnya.

Menurut bunda Eva, mulai bulan depan pihaknya akan rutin memberikan makanan asupan gizi kepada anak-anak dan balita yang ada di Bandarlampung.

” Itu anggaranya dari pusat, sepertinya kita sebentar lagi kita bisa untuk zero karena kita sudah menyiapkan semuanya dan kita sudah tugaskan ke BKKBN untuk survei langsung kelapangan bekerjasama dengan kelurahan dan kecamatan, RT dan Kaling untuk Melaka pendataan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung Nurizky Permanajati menyampaikan sesuai arahan Perpres 72 kita akan melakukan pencegahan stunting dari hulu.

“Kita mulai pendampingan dari remaja, colon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, batita dan balita,” katanya.

Dia menjelaskan, provinsi Lampung masuk kedalam peringkat tiga terbaik tinggal nasional, dan sudah mengalami penurunan tinggal beberapa daerah saja yang menjadi fokus kita dalam menurunkan angka stunting.

” Sekarang di Lampung sudah 15,32% di tahun 2023. Dalam satu tahun ada penurunan sebesar 3,3% dan harapan kita ditahun ini kita bisa turun lagi dibawah 10 %,” harapnya.

Menurut dia, masalah stunting terbesar disebabkan oleh pola pengasuhan,akses ke tempat kesehatan, akses ke pangan dan akses ke air bersih.

“Karena stunting itu selain kekurangan gizi juga disebabkan oleh infeksi yang berulang, dimana infeksi berulang disebabkan oleh akses air bersih,” paparnya. (Din/N)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *