HeadlineWawaIndonesiaWawayWawayPemerintahWawayPristiwa

CAMAT KEDATON BANTAH LAKUKAN ANCAMAN TERHADAP PEDAGANG GORENGAN

BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.ID Camat Kedaton, Sapto Haryanto membantah pemberitaan yang menyatakan bahwa dirinya telah melakukan ancaman terhadap pedagang gorengan dipinggir jalan Panglima Polim, kelurahan Sukamenanti, Selasa (1/7).

” Jadi disini tidak ada larangan baik itu dari lurah ataupun camat, tidak ada larangan bagi pedagang untuk berdagang,” papar Sapto saat melakukan konferensi pers di kantor kelurahan Kedaton yang di dampingi lurah Sukamenanti, Babinsa, dan Babinkamtibmas.

Lanjutnya, ia menyampaikan bahwa pihaknya hanya melakukan pemindahan karena pedagang yang bersangkutan melanggar peraturan perda nomor 1 tahun 2018 tentang ketentraman dan ketertiban umum.

“Karena pedagang tersebut gerobaknya sudah berada di atas jalan raya jadi otomatis pembeli berada di tengah jalan dan ini sangat menggangu lalu lintas, dan ini sudah mendapatkan laporan dari warga sekitar sehingga kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Secara tegas, kedatangannya ke rumah pedagang gorengan tersebut tidak melakukan ancaman akan tetapi kedatangan pihaknya untuk memberikan informasi pemindahan ke tempat yang jaraknya kira-kira 100 meter lebih, karena disini pemerintah kota sangat mendukung pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Jadi, kami sebagai pemerintah kecamatan juga akan mendukung dan membantu pelaku UMKM untuk berusaha dilingkungan Kedaton selama pelaku UMKM tidak melakukan pelanggaran terhadap perda, dan kami pindahkan mereka ketempat yang lebih nyaman dan luas. Kami datang secara baik-baik dan saya bicara secara halus, dan saya ada rekaman ketika datang kesitu,” tegasnya .

Sapto Haryanto secara tegas menyampaikan bahwa pihaknya tidak menahu sama sekali perihal pungutun liar yang telah dilakukan, dan akan memberikan tindakan tegas bagi mereka yang telah melakukan pungli.

“Jadi saya tegaskan kami dari pihak kecamatan dan kelurahan tidak tahu sama sekali masalah pungutan liar (pungli). Saya tahu ada pungutan liar itu ketika ada masalah ini, dan yang pasti kita akan bertindak tegas tidak adalagi pungli di kecematan Kedaton. Untuk keamanan,kita disini sudah ada linmas, akan tetapi linmas tidak menjaga selama 24 jam, hanya sampai jam 12 malam.Dan linmas tidak menjaga satu toko tapi mereka keliling menjaga keamanan seluruh masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, petugas jaga malam Subagio mengatakan bahwa dirinya tidak melakukan pungutan liar terhadap pedagang tersebut, dan sudah melakukan izin ke kelurahan untuk menjual jasa jaga malam di wilayah tersebut.

“Sebenarnya saya bukan pungli, saya menjual jasa jaga malam. Dan pembayaran pun sekilas mereka dimana pembayaran dilakukan setiap bulan dan pedagang disana pun tidak ada yang keberatan. Kalau memang pedagang keberatan ya tidak saya ambil, dan tidak masalah tidak saya jaga tempatnya, karena di lingkungan situ banyak orang yang nongkrong dan geng motor, jadi saya yang mengusirnya karena saya jaga malam,” katanya. (Din/N)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *