ALASAN STOK MINYAK TERBATAS
BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.ID – Stok minyak kemasan mengalami kekurangan yang tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat Kota Bandarlampung, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Bandarlampung sebut hal itu disebabkan karena lambatnya pengiriman minyak dari distributor pusat. Selasa (8/2)
“Itu kendalanya dari suplayer distributor pusat nya, jadi mereka minta biasanya PO itu seminggu bisa 2-3 kali dikirim, ini terakhir dari januari baru dikirim kemarin, jadi ini merupakan kendala nasional,” ujar Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Kota Bandarlampung, Wilson Faisol saat dimintai keterangan.
Wilson mengaku bahwa, selama bulan Januari, Ritel di Bandarlampung baru mendapatkan stok minyak pada 6 Januari.
“Biasanya seminggu dapat ordernya dikirim, ini selama satu bulan, baru masuk di tanggal 6 kemarin,” kata dia.
Kemudian, dia membeberkan, jumlah stok minyak yang di terima ritel di Bandarlampung dengan bentuk kemasan 2 liter x 6 kantong dalam 1 kartun.
“Jumlah stok yang diterima sekitar 1.500 kartun, kemasan 2 liter dibagi 170 gerai Indomaret dan 3.500 kartun dibagi 140 gerai Alfamart,” beber dia.
Sementara, salah seorang pedagang pasar Kangkung, Anis mengeluhkan semenjak harga minyak goreng turun, distributor barang menjadi langka, bahkan minyak subsidi dari Pemerintah pun kosong.
“Untuk subsidi itu kita di stok satu toko 10 dus. Sedangkan, pembeli ini ramai apalagi untuk pedagang-pedagang gorengan dan pengusaha rumah makan tidak mungkin membeli hanya 1liter saja,” ujar dia.
“Kalau kita sebagai pedagang yang penting stoknya ada terus, pedagang inikan slalu ngikut kalo mahal ya kita mahal kalo murah ya kita juga ikut murah. Karena inikan kebutuhan,” harap Anis.
Dilain tempat, salah satu pedagang pasar Panjang bernama Ani mengatakan, bahwa semenjak harga minyak turun, stok minyak kosong, baik minyak Literan maupun minyak curah.
“Semenjak harga minyak turun ini jadi langka, kita aja gak ada minyak ini, kosong. Minyak curah pun tidak kosong,” pungkas dia. (TSF/AA)