Wali Murid Hingga Pedagang Berharap Demo di DPRD Lampung Berjalan Damai

Spread the love

Wali Murid Hingga Pedagang Berharap Demo di DPRD Lampung Berjalan Damai

LAMPUNG – Menjelang aksi demonstrasi yang rencananya digelar di depan Kantor DPRD Lampung pada Senin (1/9/2025), sejumlah warga menyampaikan harapannya agar kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Kekhawatiran terutama datang dari orang tua murid yang sekolah anaknya berada di jalur protokol sekitar lokasi aksi.

Deka Agustina, wali murid di SDN 2 Rawa Laut, mengaku keresahan tersebut bukan hanya dirasakannya sendiri, melainkan juga para orang tua lain yang tergabung dalam grup WhatsApp.

Baca Juga  WAKIL KETUA DPRD LAMPUNG MINTA MUSYAWARAH MENJADI PEDOMAN ATASI PERSOALAN

“Kami khawatir ricuh seperti di kota lain, karena sekolah anak saya kan dekat jalur protokol yang bakal dilalui massa aksi,” ujarnya, Minggu (31/8/2025).

Deka menambahkan, mayoritas orang tua berharap pihak sekolah meliburkan aktivitas belajar tatap muka. Jika tidak, sebagian besar memilih memberikan izin anaknya untuk tidak masuk sekolah.

“Kami belajar dari pengalaman di kota lain, di mana demo berujung anarkis. Jadi lebih baik anak belajar di rumah saja,” katanya.

Baca Juga  KETUA DPRD LAMPUNG APRESIASI TEMA HPN 2023

Sementara itu, Salim, pedagang di sekitar DPRD Lampung, juga berharap aksi bisa berlangsung tertib. Ia khawatir kericuhan justru merugikan masyarakat kecil yang mencari nafkah di sekitar lokasi.

“Kami berharap tidak ada kekacauan. Kalau ribut, dagangan kami juga pasti sepi,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ismadi, seorang pengemudi ojek online. Menurutnya, aksi yang berlangsung damai tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

Baca Juga  WAGUB CHUSNUNIA MENGIKUTI PARIPURNA PERSETUJUAN BERSAMA ANTARA PEMERINTAH DAERAH DAN DPRD PROVINSI LAMPUNG TERHADAP RAPBD DAN BELANJA DAERAH PROVINSI LAMPUNG 2023

“Kalau ricuh, jalanan pasti macet, orderan kami terganggu. Jadi semoga massa aksi bisa tertib dan tidak merugikan orang lain,” tuturnya.

Hingga kini, pihak sekolah maupun aparat kepolisian belum menyampaikan keterangan resmi terkait langkah antisipasi yang akan dilakukan.

Masyarakat hanya berharap, aksi dapat menjadi ruang penyampaian aspirasi tanpa menimbulkan keresahan baru. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *