Warga Panjang Tolak Aksi Provokatif yang Mengatasnamakan Korban Banjir

Spread the love

Bandar Lampung – Aliansi Masyarakat Panjang Bersatu menyatakan penolakan terhadap aksi provokatif yang dilakukan oleh segelintir oknum yang mengaku mewakili warga Panjang terkait penanganan banjir di wilayah Kampung Bahari, Kampung Baru Panjang Utara, dan Panjang Selatan pada Senin (28/04/2025).

Tokoh masyarakat H. Musabaqoh dan tokoh pemuda yang juga praktisi hukum, Ryan, mengecam aksi tersebut. Mereka menyebut tindakan itu tidak etis, arogan, dan menyesatkan.

Baca Juga  GUBERNUR ARINAL PIMPIN RAKOR DALAM RANGKA KESIAPAN PELAKSANAAN TAHAPAN PEMILU SERENTAK TAHUN 2024

“Oknum itu mengaku mahasiswa, tapi sikap dan bahasanya jauh dari etika. Seharusnya bisa menjadi contoh, bukan malah memprovokasi,” ujar Ryan.

Menurutnya, masyarakat Panjang justru menolak keterlibatan pihak luar yang membawa-bawa nama warga untuk menyerang pemerintah. Aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemkot Bandar Lampung yang menuding pemerintah lamban dinilai tidak berdasar.

“Kami justru berterima kasih atas respon cepat Pemkot. Dalam waktu singkat setelah banjir, bantuan langsung datang dan penanganan berjalan cepat,” tambah H. Musabaqoh.

Baca Juga  PONPES RIYADHUS SHOLIHIN DINYATAKAN LIMA ORANG REAKTIF, DUA DIANTARANYA USTADZ DAN ISTRINYA

Warga Panjang menyatakan dukungan terhadap langkah konkret Pemkot dalam mitigasi bencana banjir ke depan. Mereka juga membantah tuduhan bahwa Walikota tidak hadir saat bencana.

“Bu Eva turun langsung malam itu, dalam hujan, bersama camat, BPBD, TNI-Polri, bahkan petugas damkar. Kami lihat dengan mata kepala sendiri,” kata Anwar, warga Panjang Utara.

Anwar mengaku kecewa dengan aksi provokatif yang menyebut penanganan banjir buruk. Menurutnya, aksi itu justru mencoreng nama baik warga Panjang.

Baca Juga  KETUA DPRD LAMPUNG BACAKAN IKRAR PANCASILA DI HARI KESAKTIAN PANCASILA

“Orang yang bicara seenaknya itu bukan perwakilan kami. Kalau kejadian serupa terulang lagi, kami warga Panjang tidak akan tinggal diam,” tegasnya.

Warga juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah ikut dalam aksi tersebut dan mengecam keras penggunaan nama warga Panjang oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *