SEJUMLAH WARGA KEDATON PROTES AKSES JALAN DITUTUP

Spread the love

BANDARLAMPUNG, BUMIWAWAY.ID – Sejumlah warga di Jalan mawar dan gang Bungur Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kedaton, protes lantaran akses jalan yang biasa mereka lintasi ditutup karena ada galian drainase yang menutup seluruh badan jalan. Sabtu (7/10).

Rj (41) menyayangkan tindakan pekerja dari CV Lampung Mitra Lestari lantaran tidak ada konfirmasi ke pihak warga atau pamong setempat.

“Seharusnya ada konfirmasi ke warga atau RT, supaya RT yang menyampaikan. Kalau memang mau di gali dan bongkar habis seperti ini, jadi warga bisa cari jalan alternatif,” ungkapnya.

Baca Juga  Warga Keluhkan Akses Jalan Cipto Mangunkusumo

Hal senada diungkapkan juga oleh MN (53), menurutnya pengerjaan drainase yang memotong akses jalan itu tidak seharusnya di bongkar semua.

“Ini kan akses jalan umum, kalau memang untuk drainase jalan seharusnya separuh-separuh dulu, jangan langsung di bobol habis, jadi yang separuhnya di kerjakan yang separuhnya bisa dilintasi warga. Kalau begini warga kasian harus muter jauh, apalagi ini akses tercepat menuju ke pasar tempel Wayhalim,” bebernya.

Sementara saat di konfirmasi, ketua RT 13, Selamet Cahyono menuturkan bahwa pihaknya tidak diberi informasi terkait adanya penggalian drainase yang memotong jalan, mereka hanya izin yang disisi kanan kiri jalan.

Baca Juga  GUBERNUR ARINAL DORONG PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI PROGRAM UMKM MERDEKA

“Kalau yang memotong di tengah jalan ini tidak ada konfirmasi ke kita (RT), lurah, atau pamong yang lainnya. Tahu-tahu jalan itu sudah di potong dan warga disini protes. Dia (pihak pemborong) berjanji kalau malam akan dibenarkan, tapi nyatanya tidak dibenarkan, akhirnya kita yang benarkan portal tersebut,” jelasnya.

Dia menambahkan, warga disini tidak mempersalahkan proyek pembangunan drainase ini, karena ini memang proyek pemerintah kota, tapi warga menyayangkan lantaran pihak pemborong tidak melakukan konfirmasi karena ada pemotongan di tengah bahu jalan, dan kegiatan ini sudah berlangsung selama dua bulan.

Baca Juga  KELURAHAN KEBONJERUK PEROLEH JUARA III DI FESTIVAL KREASI MASAKAN CAMILAN BERBAHAN BAKU TAHU DAN TEMPE

“Kita dukung kok proyek pemerintah, namun warga disini protes lantaran tidak ada konfirmasi. Kalau menaati prosedur yang benarkan seharusnya izin, ada plang, kok ini proyek pemerintah senilai Rp 731. 492.000,- sepertinya pengerjaannya semerawut tidak mementingkan warga sekitar yang setiap hari melintasi jalan ini. Atas pengerjaan jalan ini ada tiga wilayah RT yang terganggu, yaitu RT 12, RT 13 dan RT 14,” ungkapnya. (Din/N)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *